Program SERASI Perpustakaan MAN 3 Sleman Dorong Budaya Membaca dan Berpikir Kritis
02 Okt 2026
Perpustakaan Mayoga MAN 3 Sleman terus mengembangkan budaya literasi melalui program Senin Literasi (SERASI). Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sebulan pada hari Senin. Pagi ini, Senin (21/9/2026) SERASI diperuntukkan bagi kelas X dan XI, sementara kelas XII menjalani bimbingan sukses TKA.
Kepala Perpustakaan Mayoga, Nuzul Hidayah Yuningsih, menjelaskan bahwa SERASI menjadi bagian dari pembiasaan literasi bagi civitas akademika MAN 3 Sleman. Tak hanya itu, budaya literasi ini sekaligus menjadi ruang untuk meningkatkan pemahaman membaca, kemampuan menulis, berpikir kritis, dan mengekspresikan pemahaman setelah membaca.

“SERASI ini kami hadirkan sebagai salah satu upaya untuk membiasakan anak-anak membaca, memahami apa yang mereka baca, kemudian menuangkannya kembali melalui tulisan. Jadi, kami tidak ingin kegiatan literasi berhenti pada membaca saja, tetapi juga melatih anak untuk berpikir kritis dan berani menyampaikan pendapat,” ungkapnya.
Pelaksanaan SERASI berlangsung selama 45 menit setelah pembacaan Doa dan Asmaul Husna. Peserta didik didampingi Pembimbing Akademik (PA) atau guru yang mengajar pada jam pertama. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, hadir Satgas Literasi dan anggota Mayoga Book Lovers (MBL) yang turut memfasilitasi kegiatan di ruang kelas.


Dalam pelaksanaannya, kelas telah dibagi menggunakan media bacaan yang berbeda. Sebagian kelas menggunakan buku fisik yang telah disediakan oleh tim perpustakaan, sementara kelas lainnya menggunakan e-book melalui platform Titik Baca. Peserta didik yang menggunakan e-book dapat mengaksesnya melalui tautan maupun barcode Titik Baca yang tersedia di kelas.
Setelah membaca, seluruh peserta didik mengisi jurnal literasi yang memuat identitas buku, ringkasan, komentar atau pendapat pribadi, serta kosakata baru yang ditemukan. Jurnal tersebut menjadi salah satu sarana untuk melihat pemahaman dan perkembangan literasi peserta didik.
“Harapannya, SERASI bisa menjadi kebiasaan yang terus tumbuh di MAN 3 Sleman. Anak-anak semakin dekat dengan buku, semakin terbiasa membaca, dan mampu mengambil sesuatu dari apa yang mereka baca untuk dikembangkan menjadi gagasan,” pungkas Nuzul. (its)