Gebyar Literasi #2 Perpustakaan MAN 3 Sleman: “Menulis Itu Keren, dari Ide ke Aksi, Merawat Bumi Lewat Kata”
13 Mei 2026
Sleman (MAN 3 Sleman) – Perpustakaan Mayoga MAN 3 Sleman kembali menggelar kegiatan literasi inspiratif bertajuk Gebyar Literasi #2 dengan tema “Menulis Itu Keren: Dari Ide ke Aksi, Merawat Bumi Lewat Kata” pada Senin (4/5/2026). Bertempat di ruang baca Perpustakaan Mayoga, kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme dari para siswa dan guru.
Kegiatan ini menjadi ajang penguatan budaya literasi sekaligus wadah ekspresi kreatif bagi peserta didik. Berbagai rangkaian acara disuguhkan, mulai dari launching program inovatif “Pustaka Kelana”, peluncuran buku karya siswa, penetapan Duta Literasi, hingga seminar literasi yang inspiratif.

Program Pustaka Kelana hadir sebagai terobosan baru dengan konsep tukar buku dan jelajah cerita. Program ini merupakan hasil replikasi dari Perpustakaan Kota Yogyakarta yang bertujuan memperluas akses bacaan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi literasi di kalangan pelajar.
Acara ini turut dihadiri oleh tamu undangan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, yaitu:
Rina Aryati Nugraha, S.T., M.Eng., Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Gemar Membaca. Sri Anik Lestari, S.IP., Ketua Tim Kerja Pengembangan Budaya Gemar Membaca. Anin Ambarwatu, A.Md., Pustakawan Terampil. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan literasi di lingkungan madrasah.


Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah launching tiga buku karya siswa, yaitu:
1. Ekspresi Literasi di Ujung Pena (Antologi Puisi dan Pantun Part 2)
2. Kumpulan Proposal Mata Pelajaran PPMB
3. Riset Muda 2026 (Kumpulan Essay Tim Riset)
Peluncuran buku ini menjadi bukti nyata bahwa siswa MAN 3 Sleman mampu mengolah ide menjadi karya yang bernilai dan inspiratif.
Puncak kegiatan diisi dengan seminar literasi oleh Sudaryanto, yang memberikan motivasi kepada peserta untuk berani menulis dan menuangkan gagasan. Ia menegaskan bahwa menulis bukan sekadar keterampilan, tetapi juga sarana untuk menyampaikan kepedulian, termasuk dalam merawat bumi melalui kata-kata. “Mulailah dari ide sederhana, lalu wujudkan dalam tulisan. Dari situlah perubahan bisa dimulai,” pesannya.

Selain itu, penetapan Duta Literasi Mayoga diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menggerakkan budaya membaca dan menulis tidak hanya dikalangan siswa tetapi juga guru dan tenaga kependidikan.
Melalui Gebyar Literasi #2, Perpustakaan Mayoga kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem literasi yang aktif, kreatif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa menulis bukan hanya keren, tetapi juga memiliki kekuatan untuk menginspirasi dan membawa perubahan. (may)